Rabu, 26 Desember 2012

My Essay :D Wdyt ?

Mengapa saya layak meliput HONDA DBL 2013 ? Meliput adalah suatu hal yang tidak mudah bagi setiap orang, kegiatan ini adalah kegiatan yang tergolong sulit namun mengasyikan, mengapa begitu ? Karna dalam meliput diperlukan kepandaian dalam mengambil gambar, dan menyampaikan berita yang diliput, bukan hal mudah bagi saya karna saya adalah seorang pelajar yang masih belajar dan belum terlalu menguasai hal ini. Namun dalam hal ini saya dituntut sebagai seorang peliput yang dapat menyampaikan berita atau kegiatan secara rinci dan tepat dengan apa yang saya liput. Untungnya meliput adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh ekstrakulikuler saya disekolah, dari sini saya dapat mengambil sedikit pelajaran yang bisa saya terapkan nanti saat saya meliput kegiatan HONDA DBL 2013, dan saya yakin saya dapat melakukannya dengan baik dan mendapatkan kesuksesan yang memuaskan baik untuk saya maupun untuk orang-orang yang telah mempercai saya. Tak banyak anak yang seberuntung saya untuk dapat meliput kegiatan bergengsi yang hanya dilaksanakan satu tahun sekali ini. Untuk itu percaya diri adalah salah satu hal yang dituntut dalam kegiatan ini, saya pun memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan memiliki jiwa sosial yang dapat menghantarkan saya kedalam kesuksesan untuk meliput kegiatan HONDA DBL 2013 . Saya yakin dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, untuk pelajaran bagi saya dan menambah pengalaman saya dalam hal jurnalistik, sehingga saya dapat membagi pengalaman ini kepada adik-adik serta teman-teman saya yang belum berkesempatan meliput kegiatan bergengsi ini. Mungkin dengan mengikuti kegiatan ini kedepannya saya bisa membuka peluang untuk menjadi seorang jurnalis yang handal, dan saya dapat menjadikannya catatan prestasi yang dapat membuat orang tua saya bangga. Dan saya akan berusaha keras untu dapat berhasil dalam hal ini, dan akan terus berusaha untuk tetap berfikir optimis untuk mempersembahkan yang terbaik bagi diri saya dan orang lain.

Minggu, 25 Maret 2012

Macam-macam Najis

Dalam setiap menjalankan ibadah kita harus suci atau bersih, baik jasmani atau rohani karena itu sebagai syarat sahnya ibadah. untuk rohani, kita terlebih dahulu mengucap 2 kalimat syahadat. untuk jasmani, maka kita perlu bersih dari kotoran atau najis, baik badan maupun pakaian yang kita pakai. untuk membersihkan najis atau kotoran itu kita perlu bersuci (thaharah).

Allah berfirman : “Dan pakaianmu bersihkanlah” (QS al-Mudatsir: 4). “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri (QS al-Baqarah: 222). “Di dalamnya (mesjid) terdapat orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri, sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang selalu membersihkan diri” (QS at-Taubah: 108).

sering kali kita tak sadar akan keberadaan najis tersebut, kita tentunya tak mau kalau ibadah kita dianggap tidak sah hanya karena najis yang melekat pada badan atau pakaian kita. berikut terdapat bermacam-macam najis dan bagaimana cara untuk mensucikannya:

1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)

Yang termasuk najis ringan ini adalah air seni atau air kencing bayi laki-laki yang hanya diberi minum asi (air susu ibu) tanpa makanan lain dan belum berumur 2 tahun. Untuk mensucikan najis mukhafafah ini yaitu dengan memercikkan air bersih pada bagian yang kena najis.

2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang)

Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang/hewan adalah najis biasa dengan tingkatan sedang. Air kencing, kotoran buang air besar, termasuk bangkai (kecuali ikan dan belalang), air susu hewan yang diharamkan untuk memakan dagingnya, khamar, dan lain sebagainya.

Najis Mutawasitah terdiri atas dua bagian, yakni :
- Najis ‘Ainiyah : Jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya.
- Najis Hukmiyah : Tidak tampat (bekas kencing & miras)

Untuk membuat suci najis mutawasithah ‘ainiyah caranya dengan dibasuh 1 s/d 3 dengan air bersih hingga hilang benar najisnya. Sengankan untuk najis hukmiyah dapat kembali suci dan hilang najisnya dengan jalan dialirkan air di tempat yang kena najis.

3. Najis Mughallazhah (Najis Berat)

Najis mugholazah contohnya seperti air liur anjing, air iler babi dan sebangsanya. Najis ini sangat tinggi tingkatannya sehingga untuk membersihkan najis tersebut sampai suci harus dicuci dengan air bersih 7 kali di mana 1 kali diantaranya menggunakan air dicampur tanah.

Tambahan :

Najis Ma’fu adalah najis yang tidak wajib dibersihkan/disucikan karena sulit dibedakan mana yang kena najis dan yang tidak kena najis. Contoh dari najis mafu yaitu seperti sedikit percikan darah atau nanah, kena debu, kena air kotor yang tidak disengaja dan sulit dihindari. Jika ada makanan kemasukan bangkai binatang sebaiknya jangan dimakan kecuali makanan kering karena cukup dibuang bagian yang kena bangkai saja.

“Sesungguhnya Allah Maha Indah mencintai keindahan, Allah Maha Baik menyukai kebaikan, Allah Maha Bersih mencintai kebersihan. Karena itu bersihkanlah teras rumah kalian dan janganlah kalian seperti orang-orang Yahudi” (HR.Tirmizi). Semoga kita bisa menjaga tubuh dan pakaian kita dari najis sebelum kita melakukan ibadah pada Allah SWT.

sumber : special mif blog

Sabtu, 24 Maret 2012

Listen

Listen to the song here in my heart
A melody I start but can't complete
Listen to the sound from deep within
It's only beginning to find release

Oh, the time has come for my dreams to be heard
They will not be pushed aside and turned
Into your own all 'cause you won't
Listen

Listen, I am alone at a crossroads
I'm not at home in my own home
And I've tried and tried to say what's on mind
You should have known

Oh, now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what you made of me
I followed the voice you gave to me
But now I've gotta find my own

You should have listened, there is someone here inside
Someone I thought had died so long ago
Oh, I'm screaming out and my dreams'll be heard
They will not be pushed aside on words
[. From: http://www.elyrics.net/read/b/beyonce-lyrics/listen-lyrics.html .]
Into your own all 'cause you won't
Listen

Listen, I am alone at a crossroads
I'm not at home in my own home
And I've tried and tried to say what's on mind
You should have known

Oh, now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what you made of me
I followed the voice you gave to me
But now I've gotta find my own

I don't know where I belong
But I'll be moving on
If you don't, if you won't

Listen to the song here in my heart
A melody I start but I will complete

Oh, now I'm done believing you
You don't know what I'm feeling
I'm more than what you made of me
I followed the voice you think you gave to me
But now I've gotta find my own, my own

Keringat



Keringat adalah air yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit mamalia. Kandungan utama dalam keringat adalah natrium klorida (bahan utama garam dapur) selain bahan lain (yang mengeluarkan aroma) seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol).

Pada manusia, keringat dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh, walaupun ada yang beranggapan bahwa komponen dari keringat laki-laki dapat berfungsi sebagai feromon[1].

Penguapan keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan karena panas laten penguapan air yang mengambil panas dari kulit. Oleh karena itu, pada cuaca panas, atau ketika otot memanas karena bekerja keras, keringat dihasilkan. Keringat meningkat dalam keadaan gugup dan mual, serta menurun dalam keadaan demam. Hewan-hewan yang memiliki sedikit kelenjar keringat, seperti anjing, menurunkan temperatur tubuh dengan membuka mulutnya sambul menjulurkan lidah (terengah-engah), sehingga air menguap dari rongga mulut dan faringnya. Hewan primata dan kuda, memiliki kelenjar keringat di ketiak seperti pada manusia.

Kelenjar keringat

Terdapat dua macam kelenjar keringat yang berbeda dalam komposisi keringat yang dihasilkan serta fungsinya:

Kelenjar keringat ekrin tersebar di seluruh permukaan tubuh tetapi lebih banyak terdapat telapak tangan, telapak kaki, dan wajah. Keringat yang dihasilkan adalah air yang mengandung berbagai macam garam. Kelenjar ini berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh.
Kelenjar keringat apokrin menghasilkan keringat yang mengandung lemak. Kelenjar ini terutama terdapat pada ketiak dan sekitar alat kelamin. Aktivitas kelenjar ini menghasilkan bau karena aktivitas bakteri yang memecah komponen organik dari keringat yang dihasilkannya.

Fashion 2012 – Prediksi rancangan fashion terbaru sebagai panduan bagi Anda untuk memilih busana gaya terbaru yang trendy.



Bagi para pecinta fashion pasti Anda sudah tidak sabar untuk mengetahui prediksi trend fashion 2012 yang akan datang, terutama untuk trend fashion 2012 Indonesia. Bagaimanapun dengan memakai pakaian yang mengikuti trend fashion terbaru, bagi sebagian orang adalah hal yang penting untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Pada Jakarta Fashion Week 2012 telah disepakati misi yang sama yakni mengangkat bakat-bakat dan nilai-nilai budaya lokal Indonesia sebagai bagian dari trend fashion modernitas. Diprediksikan bahwa trend fashion 2012 Indonesia merupakan perpaduan sinergi antara kebudayaan timur dan barat. Pada tema sinergitas ini, para perancang ditantang untuk mampu mengimpretasikan nilai-nilai lokal menjadi sebuah sajian modernitas fashion bertaraf nasional dan internasional.

Trend fashion 2012 Indonesia sekaligus menjadi peluang bagi para desainer Indonesia untuk mampu menunjukkan nilai-nilai kekayaan dalam negeri di kancah fashion internasional. Para desainer kondang dalam negeri seperti Edward Hutabarat, Chossy Lattu, Sally Koeswanto, Priyo Oktaviano, Carmanita, Denny Wirawan, dan Tex Saverio diharapkan mampu memberikan sentuhan desain spektakuler pada trend fashion 2012 Indonesia yang akan datang.

Jumat, 23 Maret 2012

Band Sepuluh Satu B) mantaps !!

Belakangan ini sepuluh satu lagi sibuk mempersiapkan sebuah acara yang bisa dibilang event yang sangat berharga kalo sampe terlewatkan :D
Mau tau apa ? oke gue kasih tau, Nama acaranya adalahhhhhhh *PENTAS SENI* (-,-)
(kirain festival antar planet u,u)
nah berkat adanya acara ini juga saat ini sepuluh satu punya band yang bisa di bilang, waw banget dah :D (ah lebay aja )
Band ini mempunyai 5 personil yang mukanya masih pada baby face (fitnah woyy fitnah !!)
mereka adalah :
Aries Yuangga (mirip nama temen supir gue)
Mashita Safira (ko kaya yang pernah kenal ya ?)
Qomaruzzaman (ni kalo ga salah nama pawang uler kan ya ?)
Reksa Yunan, (Wah ini sih nama anak satpam gue !)
Luthfy Ramadhan Tea (Penjaga warung asongan deket prapatan nih)

(biasa aja namanya ;p)

berikut foto-foto mereka :

Ini dia vokalis kita, Mbak Mashita safira yang akrab dipanggil uty :)


Kalo yang ini namanya Mas Aries Yuangga pemain drum handal, yang akrab dipanggil Aries atau Angga B)


Nah yang ini namanya Abang Luthfy Ramadhan Tea si pemain bass, akrab di panggil Tea :D


Oww si bule yang satu ini namanya Aa Reksa Yunan, jago main gitarnya, dia akrab di panggil Bule atau Reksa :)


Ada yang kenal sama yang satu ini ? yang pake baju merah loh, haha :D namanya Kakak Qomaruzzaman disini dia juga sebagai pemegang sekaligus pemain gitar, dia akrab disapa uza :)


ganteng dan cantik ya ? (weks fitnah mulu ya si dela -_-)

Nantikan performance mereka ya di bulan april mendatang ini :D ( awas ya kalo sampe ga tampil )
Dont go anywhere stay tune at X-1 !!!

Sepuluh satu narsis gilaaaa :D

Gak pernah bosen gue ada didalem kelas ini, kelas yang bener bener terasaaa kehangatannya, udah kaya keluarga besar :D (padahal emang badannya pada besar besar :P)banyak cerita yang tertulis dikelas ini, dari mulai yang galau, sedih, seneng, susah, semuanya ada :)
dari yang egois, yang manja, yang centil, bawel, lebay, pokonya banyak deh :D kalo mau cari yang ganteng, yang jelek, yang cantik ato yang biasa biasa aja ? disini tempatnya ! ahahah (dikira jualan apa ya ? u,u)
Sepuluh satu itu anak-anaknya, beuhh narsis gila xD...
kenapa gue bilang gityu ?
karna contoh foto di bawah ini telah membuktikannya :


percaya ga percaya, tapi emang gini keadaannya, ga yang cewek, ga yang cowok. kalo udah di depan kamera, eaaaaa narsisnya ngalahin sule ! wakaka
belom lagi foto yang satu ini :D




wakakak xD gila kan ?
ayoo jangan malu buat bernarsis ria :D ahahah

Harry Potter and the Deathly Hallows - Bagian 2



Plot

Cerita dimulai ketika Lord Voldemort mengambil Tongkat Sihir Elder dari makam Albus Dumbledore dan Severus Snape digambarkan telah menjadi kepala sekolah Hogwarts. Sementara, setelah memakamkan Dobby, Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Tongkat Sihir Elder dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Harry dan kedua sahabatnya merencanakan membobol lemari besi Bellatrix Lestrange di Bank Gringott's. Mereka curiga satu horcrux tersembunyi di sana. Dibantu Griphook (dengan imbalan Pedang Godric Gryffindor), Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gringott's. Horcrux yang dimaksudkan ternyata adalah piala Helga Hufflepuff. Namun, Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor, meninggalkan mereka terpojok oleh pihak keamanan yang merasa ditipu. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri dengan menaiki naga penjaga lemari besi.

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Di dalam penglihatan tersebut, Voldemort membunuh beberapa goblin dan penjaga Bank Gringott's lainnya, termasuk Griphook. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcruxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts, yang berhubungan dengan Rowena Ravenclaw. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, kehadiran mereka membunyikan mantra pendeteksi - Caterwauling dan disudutkan oleh para Pelahap Maut. Namun, mereka diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Tiga sekawan tersebut bertemu kembali dengan anggota Laskar Dumbledore dan memohon bantuan untuk mencari mahkota Ravenclaw.

Snape mendengar kembalinya Harry dan mengumumkan bahwa semua orang yang membantu Harry kembali, terutama siswa, akan dihukum berat. Harry kemudian muncul dan menantang Snape mengenai kematian Dumbledore, dan Minerva McGonagall menantangnya berduel. Snape melarikan diri dan McGonagall memerintahkan seluruh Hogwarts bersiap untuk bertempur. Pada saat ini, anggota Orde Phoenix dan simpatisannya berdatangan. Atas inisiatif Luna Lovegood, Harry kemudian berbicara dengan hantu Helena Ravenclaw. Helena mengatakan bahwa Voldemort telah mengisi mahkota ibunya dengan ilmu hitam, dan menyatakan bahwa benda itu ada di Kamar Kebutuhan. Sementara, Ron dan Hermione pergi ke Kamar Rahasia. Hermione memusnahkan Piala Hufflepuff dengan taring basilisk, dan Ron dan Hermione berciuman untuk pertama kalinya. Di kamar kebutuhan, Harry dicegat oleh Draco Malfoy, Gregory Goyle, dan Blaise Zabini, namun Ron dan Hermione datang membantu Harry. Goyle menggunakan mantra api kutukan Fiendfyre namun jatuh dan mati terbakar. Draco dan Blaise diselamatkan oleh Harry, Ron, dan Hermione sebelum Harry menusuk Mahkota Ravenclaw dengan taring Basilisk dan melemparnya ke dalam kobaran api, memusnahkan mahkota itu. Sementara itu, ketika Hogwarts diserang oleh pasukan Voldemort, Harry kembali memasuki pikiran Voldemort dan menyadari bahwa ularnya, Nagini, juga adalah Horcrux. Di dalam pertempuran yang berlangsung, Fred, Lupin, Tonks, dan Lavender Brown, serta sekitar 50 orang lainnya terbunuh. Pada saat yang sama, Hermione membunuh Fenrir Greyback (pembunuh Lavender).

Di Boathouse (rumah perahu Hogwarts), mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Harry pun memasuki dunia lain (limbo), dimana ia bertemu Profesor Albus Dumbledore, yang menjelaskan kepadanya tentang Harry sebagai Horcrux dan bahwa kutukan Voldemort telah menghancurkan jiwanya yang berada di tubuh Harry. Harry memutuskan kembali hidup untuk mengalahkan Voldemort, namun ia berpura-pura sudah tewas. Voldemort kemudian membawa "mayat" Harry ke Hogwarts dan mendeklarasikan "kematian" Harry kepada pejuang-pejuang Hogwarts dan siapa saja yang menentangnya akan mati. Neville Longbottom menarik Pedang Godric Gryffindor dan menantang Voldemort dengan sebuah pidato. Pada saat yang sama, Harry mengungkapkan bahwa dirinya masih hidup, dan mulai berduel dengan Voldemort di sekitar sekolah. Nagini dipenggal dengan pedang Gryffindor oleh Neville, Di tempat lain, Molly Weasley membunuh Bellatrix Lestrange. Akhirnya, Voldemort mati setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kedavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri setelah beradu dengan mantra pelepas senjata Harry - Expelliarmus. Harry menangkap tongkat itu. Setelahnya, Harry bergabung dengan kedua sahabatnya dan menjelaskan bahwa Tongkat Elder melindungi pemiliknya (Harry Potter sendiri) yang memenangkannya dari Draco Malfoy. Harry kemudian mematahkan tongkat itu dan membuangnya ke parit Hogwarts, melenyapkan kekuatan tongkat itu selamanya.

Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah menikah dan memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione juga menikah dan telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasiun kereta api King's Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.
[sunting] Pemeran

Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter[4]
Rupert Grint sebagai Ron Weasley[4]
Emma Watson sebagai Hermione Granger[4]
Helena Bonham Carter sebagai Bellatrix Lestrange[5]
Jim Broadbent sebagai Horace Slughorn [6]
Jamie Campbell Bower sebagai Gellert Grindelwald[7]
Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid[8]
Warwick Davis sebagai Filius Flitwick dan Griphook[9][10]
Tom Felton sebagai Draco Malfoy[11]
Ralph Fiennes sebagai Lord Voldemort[12]
Sir Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore[13]
Brendan Gleeson sebagai Alastor "Mad-Eye" Moody[14]
Domhnall Gleeson sebagai Bill Weasley[15]
Richard Griffiths sebagai Vernon Dursley[16]
Ciarán Hinds sebagai Aberforth Dumbledore[17]
John Hurt sebagai Mr. Ollivander[18]
Stanislav Ianevski sebagai Viktor Krum[19]
Rhys Ifans sebagai Xenophilius Lovegood[20]
Jason Isaacs sebagai Lucius Malfoy[21]
Toby Jones suara kepada Dobby[22]
Dave Legeno sebagai Fenrir Greyback[23]
Matthew Lewis sebagai Neville Longbottom[24]
Andy Linden sebagai Mundungus Fletcher[25]
Evanna Lynch sebagai Luna Lovegood[26]
Simon McBurney suara kepada Kreacher[27]
Helen McCrory sebagai Narcissa Malfoy[28]
Bill Nighy sebagai Rufus Scrimgeour[29]
Gary Oldman sebagai Sirius Black[30]
James Phelps sebagai Fred Weasley[31]
Oliver Phelps sebagai George Weasley[31]
Clémence Poésy sebagai Fleur Delacour[32][33]
Chris Rankin sebagai Percy Weasley[34]
Miranda Richardson sebagai Rita Skeeter[35]
Alan Rickman sebagai Severus Snape[36]
Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall [37]
Timothy Spall sebagai Peter Pettigrew[38]
Imelda Staunton sebagai Dolores Umbridge[39]
Natalia Tena sebagai Nymphadora Tonks[40]
David Thewlis sebagai Remus Lupin[41]
Julie Walters sebagai Molly Weasley[42]
Mark Williams sebagai Arthur Weasley[42]
Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley[43]

sumber : wikipedia

Harry Potter and the Deathly Hallows - Bagian 1



Plot
Harry Potter dan Relikui Kematian Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry,terbunuh oleh kutukan pembunuh George Weasley kehilangan sebelah telinganya Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri

Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron,buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione ,dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu.

Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley. Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry.

Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore,ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge .

Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge . Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.

Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.

Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan Di Godric's Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.

Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia menyelam ke dalamnya dan mendapati pedang dan kalung liontin Horcrux Voldemort. Kalung itu mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.

Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood , ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows , untuk mengalahkan Voldemort.

Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.

Di Indonesia film Harry Potter and the Deathly Hallows bagian pertama ini disiarkan di bioskop pada tanggal 19 November 2010.
Pemeran

Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter[3]
Rupert Grint sebagai Ron Weasley[3]
Emma Watson sebagai Hermione Granger[3]
Helena Bonham Carter sebagai Bellatrix Lestrange[4]
Jim Broadbent sebagai Horace Slughorn [5]
Jamie Campbell Bower sebagai Gellert Grindelwald[6]
Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid[7]
Warwick Davis sebagai Filius Flitwick dan Griphook[8][9]
Tom Felton sebagai Draco Malfoy[10]
Ralph Fiennes sebagai Lord Voldemort[11]
Sir Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore[12]
Brendan Gleeson sebagai Alastor "Mad-Eye" Moody[13]
Domhnall Gleeson sebagai Bill Weasley[14]
Richard Griffiths sebagai Vernon Dursley[15]
Ciarán Hinds sebagai Aberforth Dumbledore[16]
John Hurt sebagai Mr. Ollivander[17]
Stanislav Ianevski sebagai Viktor Krum[18]
Rhys Ifans sebagai Xenophilius Lovegood[19]
Jason Isaacs sebagai Lucius Malfoy[20]
Toby Jones suara kepada Dobby[21]
Dave Legeno sebagai Fenrir Greyback[22]
Matthew Lewis sebagai Neville Longbottom[23]
Andy Linden sebagai Mundungus Fletcher[24]
Evanna Lynch sebagai Luna Lovegood[25]
Simon McBurney suara kepada Kreacher[26]
Helen McCrory sebagai Narcissa Malfoy[27]
Bill Nighy sebagai Rufus Scrimgeour[28]
Gary Oldman sebagai Sirius Black[29]
James Phelps sebagai Fred Weasley[30]
Oliver Phelps sebagai George Weasley[30]
Clémence Poésy sebagai Fleur Delacour[31][32]
Chris Rankin sebagai Percy Weasley[33]
Miranda Richardson sebagai Rita Skeeter[34]
Alan Rickman sebagai Severus Snape[35]
Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall [36]
Timothy Spall sebagai Peter Pettigrew[37]
Imelda Staunton sebagai Dolores Umbridge[38]
Natalia Tena sebagai Nymphadora Tonks[39]
David Thewlis sebagai Remus Lupin[40]
Julie Walters sebagai Molly Weasley[41]
Mark Williams sebagai Arthur Weasley[41]
Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley[42]

Pemeran Pendukung

David Bradley sebagai Argus Filch [43]
Jessie Cave sebagai Lavender Brown[44]
Louis Cordice sebagai Blaise Zabini[45]
Alex Crockford sebagai Charlie Weasley [46]
Frances de la Tour sebagai Olympe Maxime [47]
Michelle Fairley sebagai Puan Granger[48]
Matyelok Gibbs sebagai Mak Cik Muriel [31]
Joshua Herdman sebagai Gregory Goyle[45]
Gemma Jones sebagai Poppy Pomfrey [49]
Ian Kelly sebagai Encik Granger [50]
Katie Leung sebagai Cho Chang[45]
Angelica Mandy sebagai Gabrielle Delacour[45]
Miriam Margolyes sebagai Pomona Sprout [51]
Harry Melling sebagai Dudley Dursley [15]
Fiona Shaw sebagai Petunia Dursley[52]
Nick Moran sebagai Scabior [53]
Devon Murray sebagai Seamus Finnigan [54]
Toby Regbo sebagai Dumbledore remaja [33]
Steffan Rhodri sebagai Reg Cattermole [55]
Rade Šerbedžija sebagai Gregorovitch [56]
Sophie Thompson sebagai Mafalda Hopkirk [31]
Sumber : wikipedia

Harry Potter and the Half-Blood Prince



Plot
Khawatir dengan pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian Sihir, Harry Potter merasa enggan untuk kembali ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya untuk kembali, setelah mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan bantuan Harry, ia berhasil membujuk Slughorn agar mau kembali mengajar di Hogwarts.

Sementara itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (masyarakat manusia biasa non-sihir) maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon Alley.

Bellatrix Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco, jika Draco gagal melakukannya.

Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindak-tanduk Draco.

Di Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.

Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah-Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.

Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown. Keduanya berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang Rekreasi. Hermione yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu sambil menangis, diikuti oleh Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron dan mengerti bagaimana perasaan Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya, berciuman dengan Dean Thomas.

Pada liburan Natal, Harry menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil berdiskusi bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks mengenai situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang hendak menculik Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut itu, namun rumah keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan terbakar. Kejadian ini menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah yang menimbulkan bahaya kepada orang-orang yang disayanginya.

Dumbledore mengungkapkan memori Tom Riddle—nama asli Voldemort—melalui Pensieve kepada Harry, juga memori Slughorn di mana Riddle menanyakan mengenai suatu Sihir Hitam. Sayangnya memori itu telah diubah Slughorn sehingga tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn dengan Riddle. Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan konsekuensinya jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa jika Sihir Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki jalan untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan memori yang asli.

Dengan menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang dimenangkannya pada awal tahun masuk sekolah, Harry 'secara beruntung' berhasil mempertemukan Slughorn dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah upacara penguburan laba-laba raksasa Aragog milik Hagrid, dan Harry berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk memberikan memori yang sesungguhnya.

Memori ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux, sebuah cara dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux sehingga pembuatnya tidak dapat mati selama Horcruxnya tidak dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry pada buku kedua) dan sebuah Cincin milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux yang dibuat Riddle. Mereka harus mencari seluruh Horcrux dan menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat dikalahkan.

Harry kemudian semakin mencurigai tindak-tanduk Draco, mengikutinya di sekolah, tapi gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh Draco. Harry percaya bahwa Draco ada dibalik dua upaya untuk membahayakan hidup Dumbledore: yang pertama melalui kalung mematikan yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie Bell (di bawah Kutukan Imperius) untuk diberikan kepada Dumbledore sebagai hadiah; yang kedua melalui sebuah botol minuman Mead beracun yang hendak dihadiahkan Slughorn, juga terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore. Kejadian yang kedua ini diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu diminum oleh Ron.

Ron kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar, ia mengigaukan nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah hati. Setelah insiden ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan bertarung dengannya di sana. Harry menggunakan mantera Sectumsempra, yang pernah dibacanya di buku milik Pangeran Berdarah-Campuran. Mantera itu dengan hebat melukai dan membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan segera, terbawa oleh Sumpah Tak Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny meyakinkan Harry untuk menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk menghindarkan dirinya dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka menemukan Lemari Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco, namun baik Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.

Dumbledore mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu Horcrux lainnya, di sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya ber-apparate ke sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah pulau kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan beracun yang di dasarnya terdapat Horcrux itu. Untuk dapat mengambil Horcruxnya, cairan itu harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk memaksa dirinya tetap minum cairan beracun itu, karena ia mengetahui bahwa cairan itu dapat mengubah pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan beracun itu dengan dibantu-paksa diminumkan oleh Harry. Setelah habis, sementara Dumbledore memulihkan diri dari cairan itu, Harry meraih Horcrux yang berbentuk kalung liontin potret. Saat itu, sangat banyak Inferi (mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan menyerang mereka. Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada waktunya dan membakar semua Inferi itu, lalu keduanya ber-apparate kembali ke Menara Astronomi di Hogwarts.

Dumbledore, yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu, menyuruh Harry untuk memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat pergi, terdengar langkah-langkah kaki dan Dumbledore menyuruh Harry untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap Menara itu. Suara langkah kaki itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk membunuh Dumbledore atas perintah Voldemort, tetapi—dari dalam dirinya—ia tidak dapat melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki Hogwarts melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan menggabungkan diri dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore. Snape secara diam-diam datang melalui tingkap bawah tempat Harry bersembunyi, memberi isyarat agar Harry tetap diam, lalu naik ke atas dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya. Snape lalu melontarkan kutukan Avada Kedavra terhadap Dumbledore yang langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam Dumbledore dan melempar tubuh Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut lainnya meninggalkan sekolah, Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke atas sekolah, lalu menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil tertawa riang.

Harry berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan mantera Sectumsempra. Namun Snape menangkis mantera itu dan berhasil menjatuhkan Harry. Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran Berdarah-Campuran' itu.

Para staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian Dumbledore dan Ginny menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya, Harry sama sekali menolak untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall mengenai apa yang dilakukannya bersama Dumbledore.

Belakangan, Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux yang ditemukannya bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah pesan dari "R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil Horcrux itu dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi. Harry memberi tahu kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah pada tahun yang akan datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan Horcrux-Horcrux lainnya supaya Voldemort pada akhirnya dapat dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama Harry dalam misinya itu.

Film ini diakhiri dengan ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung Phoenix milik Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.
[sunting] Pemeran

Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter. Harry Potter sekarang memasuki tahun keenam di Hogwarts, pada periode dunia penyihir dalam peperangan.
Rupert Grint sebagai Ron Weasley, salah satu sahabat Harry.[5] Walaupun ia jelas-jelas menunjukkan ketertarikan dengan Hermione, ia juga berkencan dengan Lavender Brown yang belakangan diabaikannya.[7]
Emma Watson sebagai Hermione Granger, salah satu sahabat Harry, yang memiliki perasaan kepada Ron dan menjadi cemburu terhadap Lavender Brown.[5] Watson berniat untuk tidak turut dalam film keenam,[8] tapi akhirnya memutuskan bahwa "plusnya lebih banyak daripada minusnya" dan tidak dapat melihat orang lain yang memerankan Hermione.[9]
Jim Broadbent sebagai Horace Slughorn, mantan guru Ramuan Hogwarts yang setuju untuk kembali mengajar. Broadbent menyatakan kostum-kostumnya "tebal-tebal" dan karakternya seperti "komik",[10] sementara Radcliffe mencatat bahwa "tragedi [Slughorn] akan lebih besar ketimbang komedinya".[11]
Helena Bonham Carter sebagai Bellatrix Lestrange, salah satu Pelahap Maut utama Voldemort, kakak dari Narcissa Malfoy dan bibi dari Draco. Peran karakter ini di film lebih besar ketimbang di buku aslinya.[6]
Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid,[6] pengawas binatang di Hogwarts dan guru Pemeliharaan Satwa Gaib di sekolah itu, serta merupakan teman pertama Harry di dunia sihir.
Tom Felton sebagai Draco Malfoy,[6] pesaing Harry, yang dicurigai Harry memiliki tugas dari Voldemort. Draco adalah putra dari Lucius dan Narcissa Malfoy, dan keponakan dari Bellatrix Lestrange.
Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore.[6] Seorang penyihir legendaris dan kepala sekolah Hogwarts. Pengungkapan mengenai seksualitas Dumbledore membawa Gambon bergaya seperti kebanci-bancian di sekitar set film ketika sedang tidak ada pengambilan gambar,[12] tetapi penampilannya di layar film tetap tidak berubah seperti film-film sebelumnya.[13]
Helen McCrory sebagai Narcissa Malfoy, ibu Draco dan adik perempuan Bellatrix. McCrory pada mulanya terpilih sebagai pemeran Bellatrix Lestrange dalam Order of the Phoenix, tetapi terpaksa mundur karena sedang hamil.[14] Naomi Watts juga sebelumnya dilaporkan menerima peranan ini,[15] tapi ditolak oleh agennya.[16]
Alan Rickman sebagai Severus Snape,[6] sebelumnya guru Ramuan, tapi akhirnya berhasil mencapai cita-citanya sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam.
Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall,[6] guru Transfigurasi, deputi kepala sekolah Hogwarts, dan kepala Gryffindor. McGonagall adalah salah satu anggota Orde Phoenix.
Timothy Spall sebagai Peter Pettigrew, mantan kelompok teman ayah Harry, James, yang mengkhianati mereka kepada Voldemort. Sekarang menjadi salah satu Pelahap Maut utama Voldemort, walaupun ilmu sihirnya lemah. Ia memiliki nama panggilan "Wormtail".[17]
David Thewlis sebagai Remus Lupin,[6] mantan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Lupin adalah seorang serigala jadi-jadian (werewolf) dan anggota dari Orde Phoenix.
Julie Walters sebagai Molly Weasley,[6][18] ibu Ron dan Ginny. Ia menganggap Harry sebagai salah satu putranya.
Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley,[6] adik Ron, sekarang tahun kelima di Hogwarts, dan berpacaran dengan Harry. Selain di Chamber of Secrets, ini adalah pertama kalinya karakter ini diberi peranan yang sama besarnya sesuai dengan di buku.

Pemeran lainnya:

Hero Fiennes-Tiffin dan Frank Dillane berperan sebagai Tom Riddle, anak yang kelak menjadi Lord Voldemort, pada usia sebelas dan remaja.[6] Tiffin adalah keponakan dari Ralph Fiennes, yang memerankan Voldemort dewasa di film keempat dan kelima.[19] Christian Coulson, yang memerankan Riddle di Chamber of Secrets, sebelumnya menyatakan keinginannya untuk turut dalam film ini,[20] namun Yates menyatakan bahwa Coulson sudah terlalu tua, hampir 30 tahun, untuk dapat memerankan Tom Riddle remaja.[21]
Jessie Cave sebagai Lavender Brown,[7] pacar baru Ron. Watson menggambarkan Jessie Cave sebagai "pemeran yang sempurna,"[22] walaupun Cave tidak menghadiri audisi terbukanya.[23]
Dave Legeno sebagai Fenrir Greyback, seorang serigala jadi-jadian (werewolf) kejam yang sangat ditakuti di dunia sihir.
Fadil Sufari sebagai Grawp, saudara dari Hagrid yang masih ada.

[sunting] Produksi
[sunting] Praproduksi

Sebelum David Yates secara resmi terpilih sebagai sutradara film ini, ada beberapa sutradara yang menyatakan tertarik untuk menyutradarai film keenam ini. Alfonso Cuarón, sutradara film ketiga, mengatakan bahwa ia "akan sangat senang bila mendapatkan kesempatan" untuk kembali.[24] Sutradara Goblet of Fire, Mike Newell, menolak menyutradarai film kelima, dan tidak ditawari untuk film keenam.[25] Terry Gilliam adalah pilihan pribadi Rowling untuk menyutradarai Philosopher's Stone. Namun ketika ditanya apakah ia mau mempertimbangkan untuk menyutradarai film selanjutnya, Gilliam mengatakan, "Warner Bros. dulu punya kesempatan pada waktu pertama kali, tapi mereka menghilangkannya."[26]

Yates kembali menggunakan komposer dari film kelima, Nicholas Hooper, yang setelah menilai musik latar di situs web resmi Harry Potter, mengolah kembali Hedwig's Theme karya John Williams, dan akhirnya mengubah seluruhnya termasuk karya Patrick Doyle. Juga bergabung kembali, desainer kostum Jany Temime, pengawas efek visual Tim Burke, desainer efek makhluk sihir Nick Dudman, dan pengawas efek spesial John Richardson dari film ketiga.[6] Sejak Februari 2007, Stuart Craig, desainer produksi dari kelima film sebelumnya juga telah mendesain set pemfilman, termasuk gua dan menara astronomi yang digunakan untuk klimaks film ini.[27] Academy Award menominasikan Bruno Delbonnel sebagai sinematografer film ini.[6]

Yates dan Heyman mencatat bahwa beberapa peristiwa di Harry Potter and the Deathly Hallows juga memengaruhi penulisan skrip film ini.[28]
[sunting] Set film

Desainer produksi film ini adalah pemenang Academy Award Stuart Craig. Beberapa set baru telah ditampilkan dalam film ini, termasuk Panti Asuhan yang menampung Tom Riddle, Menara Astronomi, dan Gua Horcrux. Dalam salah satu pratayang film, Stuart Craig mengatakan bahwa Panti Asuhan Tom Riddle didasarkan pada bangunan-bangunan di Docklands, Liverpool dan didesain menurut arsitektur gaya Victoria-George.

Craig menyatakan bahwa film ini menggunakan beberapa set CGI, terutama interior Gua tempat Harry dan Dumbledore mencari Horcrux. Eksterior gua diambil gambarnya di Karang Moher di barat Irlandia. Interior gua dibuat dari formasi kristal geometris.[29]
[sunting] Pengambilan gambar
Hero Fiennes-Tiffin sebagai Tom Riddle kecil

Setelah latihan selama satu minggu, pengambilan gambar dimulai pada 24 September 2007 hingga 17 Mei 2008.[30]

Pada 6 Oktober 2007, kru film melakukan pengambilan gambar Hogwarts Express di lingkungan yang berkabut dan berembun di Fort William, Skotlandia.[31] Beberapa adegan malam difilmkan di desa Lacock dan Lacock Abbey selama tiga malam mulai 25 Oktober 2007. Pengambilan gambar dimulai pada pukul 5 sore hingga 5 pagi setiap harinya, dan penduduk di sekitar jalan tempat pengambilan film diminta untuk menggelapkan jendela-jendela mereka dengan tirai gelap.[32][33][34] Laporan dari set tersebut menyatakan bahwa adegan yang difilmkan di sana adalah ketika Harry dan Dumbledore mengunjungi Slughorn.[34] Pengambilan gambar kemudian dilanjutkan di Stasiun kereta api Surbiton pada Oktober 2007,[35] Katedral Gloucester, di mana digunakan juga untuk pengambilan gambar film pertama dan kedua, pada Februari 2008,[36] serta di Jembatan Millennium di London pada Maret 2008.[37]

Walau Radcliffe, Gambon, dan Broadbent mulai diambil gambar pada akhir September 2007, pemeran lainnya baru mulai belakangan: Grint pada November 2007, Watson pada Desember 2007, Rickman pada Januari 2008, dan Bonham Carter pada Februari 2008.[38][39]
Efek visual

Tim Burke dan Tim Alexander adalah supervisor efek visual dalam film ini. Tim Alexander menyatakan bahwa pembuatan adegan serangan inferi membutuhkan waktu beberapa bulan. Ia mengatakan, "Adegan ini pastinya lebih dalam dan lebih mengerikan dari yang pernah kita bayangkan untuk sebuah film 'Potter'. Sutradara David Yates tidak ingin membuatnya menjadi film zombi, jadi kita terus menerus berusaha untuk tidak membuat mayat-mayat hidup ini tampil seperti zombi. Banyak dari mereka yang bergerak - mereka tidak bergerak cepat, tapi juga tidak lambat ataupun mengerang dan merintih. Kami memutuskan untuk melanjutkan dengan gaya yang sangat realistis." Ia juga mencatat bahwa para inferi itu lebih kurus, basah kuyup, dan abu-abu.[40]

Mengenai gelombang api Dumbledore, ia mencatat bahwa efeknya terlihat seperti jika seseorang menyemprotkan propana dan memantiknya. Ia menambahkan, "Kami melakukan banyak riset mengenai lelehan gunung berapi, yang menyemburkan panas namun tanpa lidah api yang berkobar, dan mengumpulkan banyak referensi lainnya, termasuk nyala api di bawah air, dan menampilkannya kepada penggemar Potter." Tim efek visual menggabungkan enam parameter api berikut: riak panas, asap, daya apung, kekentalan, kegelapan, dan tingkat cahaya. Karena keseluruhan adegan api ini sangat memakan waktu, artis grafis komputer Chris Horvath perlu menghabiskan delapan bulan untuk mencari bagaimana caranya agar dapat lebih cepat menampilkan lidah-lidah api .
Perbedaan buku dengan film

* di buku pada saat bab 27 : menara tersambar petir harry dan dumbledore ber-apparate dari gua ke hogsmeade tetapi di film harry dan dumbledore langsung berada di menara astronomi sehingga peran madam rosmerta di hilangkan
* di buku pada bab 27 : menara tersambar petir , perbincangan draco malfoy dan dumbledore lama sekali , tetapi di film cukup lama ,dan di buku harry berada di jubah gaib pada saat draco berbicara dengan dumbledore tetapi di film harry bersembunyi di tangga yang menuju menara astronomi , jadi seharusnya snape tidak menghentikan harry pada saat ingin menyelamatkan dumbledore
* di buku harry mengucapkan 2 mantra pada saat melawan snape yaitu levicorpus dan sectusempra sedangkan di film harry hanya menyebutkan sectusem

sumber : wikipedia

Harry Potter and the Order of the Phoenix



Sinopsis

Tidak banyak penyihir yang percaya (atau mau percaya) bahwa Voldermort telah kembali, termasuk Kementerian Sihir. Harry dan Dumbledore dianggap menyebar kabar bohong dan dianggap terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang percaya pada Dumbledore, dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix. Namun karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak secara diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka menggunakan kediaman Sirius, Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam pelarian (tapi tetap bersembunyi karena pihak kementrian masih mencarinya).

Sementara itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa sepengetahuannya) oleh anggota Orde, semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts.

Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan seorang murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan.

Namun mimpi buruk Harry masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari Kementerian Sihir, Dolores Umbridge. Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.

Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.

Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).

Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Harry dipancing untuk pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit, dimana akhirnya Sirius terbunuh.

Di akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup...
[sunting] Status pemeran

Berikut ini adalah daftar pemeran dalam film ini:
Nama Tokoh Pemeran
Tokoh Utama
Harry Potter Daniel Radcliffe
Ronald Weasley Rupert Grint
Hermione Granger Emma Watson
Staf Hogwarts
Albus Dumbledore Michael Gambon
Rubeus Hagrid Robbie Coltrane
Severus Snape Alan Rickman
Dolores Umbridge Imelda Staunton
Murid Hogwarts
Padma Patil Afshan Azad
Parvati Patil Shefali Chowdhury
Dean Thomas Alfred Enoch
Draco Malfoy Tom Felton
Gregory Goyle Joshua Herdman
Cho Chang Katie Leung
Neville Longbottom Matthew Lewis
Luna Lovegood Evanna Lynch
Seamus Finnigan Devon Murray
Fred Weasley James Phleps
George Weasley Oliver Phelps
Zacharias Smith Nick Shim
Vincent Crabbe Jamie Waylett
Ginny Weasley Bonnie Wright
Kementerian Sihir
Kingsley Shackelbolt George Harris
Dawlish Richard Leaf
Percy Weasley Chris Rankin
Nymphadora Tonks Natalia Tena
Amelia Bones Sian Thomas
Non-Muggle Lain
Arabella Figg Kathryn Hunter
Sirius Black Gary Oldman
Remus Lupin David Thewlis
Molly Weasley Julie Walters
Pelahap Maut
Lord Voldermort Ralph Fiennes
Bellatrix Lestrange Helena Bonham Carter
Non-Manusia
Magorian Michael Wildman
Muggle
Vernon Dursley Richard Griffiths
Petunia Dursley Fiona Shaw
Dudley Dursley Harry Melling
Piers Polkiss Jason Boyd
Malcolm Richard Macklin
Adegan Dalam Pensieve
James Potter Muda Robbie Jarvis
Lily Potter Muda Susie Shinner
Peter Pettigrew Muda Charles Hughes

Berikut ini adalah pemain yang diharapkan kembali, atau masih dalam proses negosiasi
Nama Tokoh Pemeran Catatan
Angelina Johnson Tiana Benjamin dalam taraf negosiasi
Argus Filch David Bradley dalam taraf negosiasi
Filius Flitwick Warwick Davis dalam taraf negosiasi
Gilderoy Lockhart Kenneth Branagh Lockhart ada dalam draft pertama naskah, tapi belum dipastikan apakah Branagh akan kembali memerankannya
Nick Si-Kepala Nyaris Putus John Cleese Menurut kabar yang beredar Cleese akan kembali memerankan Nick
Alastor 'Mad-Eye' Moody Brendan Gleeson Belum ada negosiasi, tapi Gleeson tampaknya antusias untuk kembali
Cornelius Fudge Robert Hardy Tampaknya antusias untuk kembali
Lucius Malfoy Jason Isaacs Antusias untuk kembali
Rita Skeeter Miranda Richardson Belum pasti apakah akan kembali
Minerva McGonagall Maggie Smith Tampaknya antusias untuk kembali
Sybill Trelawney Emma Thompson Tampaknya antusias untuk kembali
Arthur Weasley Mark Williams Tampaknya antusias untuk kembali

Ada juga beberapa peran yang belum pasti, antara lain
Nama Tokoh Catatan
Grawp (suara) Kemungkinan akan diisi suaranya oleh Tony Maudsley
Kreacher Akan dibuat secara CGI
Mundungus Fletcher Kemungkinan tidak akan muncul dalam film
Sirius Black Muda belum terkasting
Severus Snape Muda belum terkasting
Remus Lupin Muda belum terkasting
Lavender Brown Kemungkinan tidak akan muncul dalam film
Marietta Edgecombe Kemungkinan tidak akan muncul dalam film
[sunting] Adegan yang telah dikonfirmasi

Umbridge dengan Slytherin, dimana ditunjukkan bahwa Umbridge lebih menyukai anak-anak Slytherin ketimbang Gryffindor.
Ciuman antara Harry dan Cho.
Laskar Dumbledore dalam Kamar Kebutuhan.
Adegan yang berhubungan dengan Grawp.
Adegan yang berhubungan dengan Centaurus.
Kenangan terburuk Snape dalam Pensieve
Hermione melempar Ron ke dinding karena “komentarnya yang seksis” (Catatan: ini tidak ada dalam buku)

sumber : wikipedia

Harry Potter and the Goblet of Fire



Harry Potter and the Goblet of Fire adalah film keempat dari seri Harry Potter yang diadaptasi dari penulis best-seller J.K Rowling. Disutradarai oleh Mike Newelldan dirilis pada tanggal 18 November 2005. Tiga hari setelah dirilis, film ini memperoleh pendapatan kotor sebesar 102 juta dolar AS, pendapatan untuk minggu pertama yang paling tinggi di antara film Harry Potter yang lain. Film ini mendapatkan nominasi untuk Best Art Direction di ajang Academy Award 2006.

Harry, Hermione dan Keluarga Weasley pergi untuk menonton final Piala Dunia Quidditch ketika malamnya terjadi kekacauan di perkemahan. Para Pelahap Maut yang mengenakan topeng muncul dan membakari tenda-tenda. Harry yang terpisah dari teman-temannya dan sempat pingsan, sempat melihat sesosok bayangan menggumamkan sesuatu dan mengirimkan Tanda Kegelapan ke angkasa, tapi ketika Ron dan Hermione tiba, orang tersebut telah pergi. Mereka nyaris dituduh sebagai orang yang melepaskan Tanda Kegelapan tersebut.

Ketika kembali ke Hogwarts, mereka dikejutkan dengan berita bahwa Hogwarts menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Turnamen Triwizard, sebuah turnamen yang diadakan untuk mempererat persaudaraaan antar Sekolah Sihir. Dua sekolah lain yang mengikuti turnamen ini adalah Akademi Sihir Beauxbatons pimpinan Madame Maxime dan Institut Durmstrang yang dipimpin oleh Igor karkaroff. Setiap sekolah akan diwakili oleh satu juara sekolah, yang akan dipilih setelah memasukkan nama mereka ke dalam Piala Api.

Piala Api telah memuntahkan 3 nama untuk 3 sekolah, yaitu Fleur Delacour dari Beauxbatons, Viktor Krum dari Durmstrang, dan Cedric Diggory dari Hogwarts ketika semua orang mengira seleksi telah berakhir. Namun ternyata Piala Api kembali memuntahkan satu nama, Harry Potter. Semua orang mengira Harry (yang masih di bawah umur untuk mengikuti turnamen tersebut) berhasil mengelabuhi Piala Tersebut ketika Mad-Eye Moody, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam Hogwarts tahun ini, menepiskan anggapan mereka, dan mengatakan bahwa dibutuhkan sihir yang sangat kuat untuk merekayasa Piala Api. Meski kedua sekolah lain mengajukan protes, akhirnya Harry ditetapkan sebagai salah satu juara.

Berbagai tanggapan diperoleh Harry dari orang-orang terdekatnya. Ron, sahabatnya selama ini, agak cemburu dengan tampilnya Harry sebagai juara, dan mereka sempat tidak berbicara satu sama lain. Hermione percaya bahwa bukan Harry yang memasukkan namanya ke dalam Piala Api. Sirius yang masih dalam pelarian memperingatkan Harry untuk berhati-hati karena peserta turnamen sangat rentan terhadap kecelakaan. Di tugas pertama, keempat juara diperintahkan untuk mengambil telur emas dari seekor naga, di mana di dalam telur tersebut berisi petunjuk untuk tugas kedua. Harry (dan ketiga juara lain-meskipun tidak diperlihatkan dalam film) berhasil mengambil telur emas tersebut dan lolos dari serangan naga.

Di hari Natal, diadakan Pesta Dansa, dimana para juara diwajibkan memiliki pasangan karena mereka akan melakukan dansa pembukaan. Harry yang mengincar seeker Ravenclaw yang cantik, Cho Chang, ternyata kalah cepat dari Cedric Diggory. Akhirnya Harry ke pesta tersebut berpasangan dengan Parvati Patil, Ron dengan Padma Patil, dan Hermione (yang mengejutkan semua orang) berpasangan dengan Victor Krum, seeker nasional Bulgaria, sang juara Durmstrang.

Tugas kedua adalah menyelamatkan sandera di bawah laut. Sandera Harry adalah Ron, sandera Krum adalah Hermione, sandera Cedric adalah Cho Chang, dan sandera Fleur adalah adiknya, Gabrielle. Fleur tidak bisa menyelamatkan adiknya akibat serangan Grindylow. Harry yang mengira tugas ini betul-betul serius memaksakan dirinya membebaskan Ron dan Gabrielle sekaligus, sehingga ia dipermaklumkan menjadi juara kedua karena 'akhlak yang baik'.

Setelah tugas kedua, Harry menemukan mayat Barty Crouch, wakil dari Kementrian Sihir untuk Turnamen Triwizard, dan bergegas mendatangi kantor Dumbledore untuk melaporkannya. Sesampainya di sana, Harry diminta untuk menunggu di kantor Dumbledore, dan saat itulah Harry masuk ke dalam Pensieve, membawa Harry ke dalam ingatan Dumbledore bertahun-tahun yang lalu, ketika Kementrian mengadili putra Barty Crouch dengan tuduhan sebagai Pelahap Maut.

Tugas ketiga adalah sebuah labirin, yang telah diberi berbagai rintangan. Piala Api terletak di tengah labirin tersebut. Siapa yang terlebih dahulu menemukan Piala tersebut, dialah yang tampil sebagai juara Turnamen Triwizard. Cedric dan Harry masuk terlebih dahulu, diikuti Krum, dan terakhir Fleur. Dalam tugas ini, ternyata Krum telah berada di bawah Kutukan Imperius, dan ia menyerang siapa saja yang ditemuinya. Ia menyerang Fleur. Cedric dan Harry juga diserangnya, dan ketika mereka tengah menghindari kejaran Krum, mereka telah melihat jalan menuju Piala Api. Cedric terhambat karena belitan tanaman. Sejenak Harry ragu, tapi ia kembali ke Cedric dan membantunya melepaskan diri. Mereka pun sepakat untuk menjadi juara bersama. Ketika mereka menyentuh Piala Api tersebut bersamaan, Harry sadar bahwa Piala tersebut adalah portkey. Sebelum sadar dimana mereka berada, Cedric dibunuh oleh Peter Pettigrew. Ia juga memantrai sebuah patung untuk menawan Harry. Mulailah ritual pembangkitan Voldermort. Dengan kengerian luar biasa Harry menyaksikan Voldermort hidup kembali dan segera bereunifikasi dengan para Pelahap Mautnya yang segera ber-Apparate satu persatu di sisinya. Harry menyaksikan satu persatu mereka membuka topengnya, dan melihat bahwa Lucius Malfoy ada di antara mereka. Voldermort bermaksud membunuh Harry dengan cara duel. Namun ketika tongkat mereka bertemu, terjadilah efek yang sangat langka, yang disebut sebagai Priori Incantatem. Tongkat Voldermort mengeluarkan bayangan orang-orang yang pernah dibunuhnya, termasuk orang tua Harry. Ayah dan Ibu Harry menyuruhnya untuk kembali ke Piala agar dapat kembali ke sekolah. Maka Harry, sambil menyeret tubuh Cedric, kembali menyentuh Piala yang membawanya kembali ke Hogwarts.

Para penonton yang mengira mereka telah mendapatkan Piala bersorak kegirangan, sebelum kemudian berganti dengan jeritan histeris ketika sadar bahwa Cedric Diggory telah menjadi mayat. Harry yang tengah kalut dibawa oleh Moody kembali ke kastil. Dan beberapa saat kemudian terkuaklah rahasia, bahwa ternyata selama ini dia adalah Barty Crouch Jr, yang ditugasi untuk membawa Harry di malam Voldermort bangkit kembali.

Pemeran

Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter

Rupert Grint sebagai Ronald Weasley

Emma Watson sebagai Hermione Granger

Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore

Gary Oldman sebagai Sirius Black

Ralph Fiennes sebagai Lord Voldemort

Brendan Gleeson sebagai Mad-Eye Moody

Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall

Alan Rickman sebagai Severus Snape

Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid

Miranda Richardson sebagai Rita Skeeter

Robert Pattinson sebagai Cedric Diggory

Stanislav Ianevsi sebagai Viktor Krum

Clémence Poésy sebagai Fleur Delacour

Katie Leung sebagai Cho Chang

David Bradley sebagai Argus Filch

Robert Hardy sebagai Cornelius Fudge

Frances de la Tour sebagai Olympe Maxime

Predrag Bjelac sebagai Igor Karkaroff

Jason Isaacs sebagai Lucius Malfoy

Tom Felton sebagai Draco Malfoy

Timothy Spall sebagai Peter Pettigrew

Mark Williams sebagai Arthur Weasley

Matthew Lewis sebagai Neville Longbottom

James Phelps sebagai Fred Weasley

Oliver Phelps sebagai George Weasley

Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley

Shefali Chowdhury sebagai Parvati Patil

Afshan Azad sebagai Padma Patil

Roger Lloyd-Pack sebagai Barty Crouch

David Tennant sebagai Barty Crouch Jr.

Shirley Henderson sebagai Myrtle Merana

Geraldine Somerville sebagai Lily Potter

Adrian Rawlins sebagai James Potter

Eric Sykes sebagai Frank Bryce
Trivia


Film Harry Potter pertama yang diberi rating PG-13 oleh MPAA, karena adegan kekerasan dan menakutkan saat Voldermort bangkit kembali, dan kekerasan dalam tugas Triwizard. Oleh BBFC diberi rating 12A dengan alasan banyaknya laba-laba, Fleur yang ditarik oleh tanaman di Tugas Ketiga, dan Ron mengucapkan “piss off” dan Harry mengucapkan “Damn”.

Mad-Eye Moody palsu dan Barty Crouch Jr. selalu menjilat bibirnya. Ini adalah petunjuk bahwa mereka adalah orang yang sama. Dalam satu adegan, ketika Moody palsu menjilat bibirnya, Barty Crouch Sr. sadar bahwa ia adalah anaknya. Inilah alasan mengapa ia dibunuh.

Personil Radiohead, Jonny Greenwood dan Phil Selway, bersama pentolan Pulp, Jarvis Cocker, pemain bas Steve Mackey dan Jason Buckle dari All Seeing I dan Steve Claydon dari Add N to (X) tampil dalam film sebagai member dari band The Weird Sisters.

Beberapa rumor sebelum film ini beredar, menyebutkan bahwa Rowan Atkinson dan John Malkovich dipertimbangkan untuk peran Voldermort. Tapi terbukti bahwa kabar ini tidak benar.

Sebuah foto yang dirilis oleh Warner Bros, menampilkan Harry berdiri di depan nisan Riddle yang menunjukkan nama ayah Voldermort adalah Tom Marvolo Riddle, dimana itu adalah nama asli dari Voldermort, dan di samping itu tahun lahir dan kematiannya tidak akurat. Menurut buku Harry Potter and the Half Blood Prince, Marvolo Gaunt adalah nama kakek Voldermort dari pihak ibu, jadi tidak mungkin ayah Voldermort memiliki ‘Marvolo’ sebagai nama tengahnya. Dan lagi, Voldermort lahir pada tahun 1926, sehingga 1915, yang tertera sebagai tahun kelahiran ayah Voldermort, sangat tidak mungkin. Kemudian foto ini direkayasa secara digital sehingga saat ini sudah tidak terdapat kesalahan tersebut.

Laba-laba yang digunakan Moody untuk mendemonstrasikan Kutukan-Tak-Termaafkan adalah jenis Tailles Whip Scorpion.

Lagu yang dinyanyikan Hermione dan Hagrid ketika Harry menemukan tubuh Crouch adalah himne Hogwarts.

Nama-nama yang tertera pada nisan di kuburan adalah nama kru film ini, supaya tidak mendapat masalah hak cipta dengan orang lain.

Poster awal yang dirilis kurang tanda koma. Di situ tertulis Difficult times lie ahead Harry. Baru setelah beberapa bulan, poster yang beru dirilis dengan tulisan Difficult times lie ahead, Harry.

Sebelum ditawari film ini, Mike Newell sudah diplot untuk menyutradari The Constant Gardener yang juga dibintangi Ralph Fiennes. Tapi akhirnya Newell lebih memilih Harry Potter.

Mike Newell adalah orang Inggris pertama yang menyutradari film ini.

Band yang bermain di daerah Maze untuk adegan Tugas Ketiga, diciptakan oleh seorang musikus muda dari Aylesbur Music Center di Inggris. Tetapi akhirnya musiknya di’dubbing’ karena untuk adegan itu mereka menggunakan instrumen ‘sihir’.

Di bagian akhir credit title terdapat tulisan “Tidak ada naga yang terluka dalam pembuatan film ini.”

Di lemari milik Snape, bisa dilihat sebuah label dengan tulisan “Half-Blood Prince.

Perbedaan antara buku dengan film

Banyak sekali bagian yang dipotong dari buku, mengingat tebalnya buku aslinya. Perbedaan tersebut antara lain :

Karakter yang dihilangkan dalam film ini adalah Ludo Bagman, Vernon Dursley, Petunia Dursley, Dudley Dursley, Bertha Jorkins, Dobby, Winky, Narcissa Malfoy, Molly Weasley, Percy Weasley, Bill Weasley, Charlie Weasley, Ollivander. Guru-guru juga sangat berkurang porsinya. Hanya Moody yang ditampilkan ketika memberikan pelajaran tentang Kutukan-Tak-Termaafkan.

Tidak jelas siapa pemenang Piala Dunia Quidditch. Adegan Piala Dunia Quidditch hanyalah menegaskan bahwa Krum adalah seorang seeker nasional yang populer.

Beauxbatons digambarkan sebagai sekolah khusus wanita, dan Durmstrang digambarkan sebagai sekolah khusus laki-laki. Tidak demikian halnya di buku.

Di Tugas Triwizard pertama tidak ditunjukkan bagaimana para juara selain Harry menghadapi naganya. Di buku, naga yang dihadapi para juara berbeda-beda, dan naga-naga tersebut diikat erat, sehingga tidak mungkin terbang terlalu jauh.

Di film sama sekali tidak disebutkan tentang Gerakan Pembebasan Peri Rumah (SPEW) yang dimotori Hermione.

Karena Dobby tidak ditampilkan, yang membantu Harry di Tugas Kedua, yaitu memberikan Gillyweed pada Harry. Sehingga yang memeberikan Gillyweed adalah Neville.

Sirius ada di satu adegan saja. Padahal di buku, perannya cukup besar. Bahkan ia kembali ke Hogsmeade untuk lebih dekat kepada Harry.

Peran Rita Skeeter sangat kecil, padahal banyak hal penting menyangkut dirinya seperti terungkapnya ia sebagai animagus ilegal (yang digunakan sebagai ‘senjata’ Hermione di seri ke-5) dan tulisannya tentang cinta segitiga Harry, Hermione dan Krum yang menggelikan.

Di film tidak disebutkan tentang Hadiah 1000 Galeon untuk pemenang Turnamen Triwizard. Di buku dijelaskan bahwa Harry mendapatkan uang tersebut (karena orangtua Cedric tidak mau menerimanya) dan memberikannya pada si Kembar Weasley yang digunakan oleh mereka sebagai modal untuk membuka toko lelucon mereka “Sihir Sakti Weasley” di seri ke-5.

Di film tidak dijelaskan bahwa Karkaroff adalah bekas Pelahap Maut, dan bahwa ia kabur dari Hogwarts sebelum Turnamen selesai karena Tanda Kegelapan di lengannya makin jelas. Di buku dijelaskan bahwa Karkaroff adalah bekas Pelahap Maut yang menukar kebebasannya dengan memberikan nama-nama Pelahap Maut lainnya, sehingga ia amat takut ketika tahu bahwa Voldermort bangkit kembali.

Di akhir film juga tidak dijelaskan bagaimana Dumbledore tidak sepaham dengan Kementerian Sihir. Entah mengapa, Newell tidak membuat ending yang ‘menggantung’ seperti bukunya. Sesungguhnya di seri ke-4 inilah Dumbledore secara tegas menyatakan ia ‘berpisah jalan’ dengan Kementerian, dan memulai instruksi-instruksi yang mengarah pada pengumpulan kembali Orde Phoenix.

sumber : wikipedia

Harry Potter And The Prisoner Of Azkaban



Plot

Setelah marah dengan Bibi Marge dan secara tidak sengaja menyebabkan dia mengembang secara ajaib, Harry Potter melarikan diri dari keluarga Dursley. Harry mengambil Bus Ksatria ke The Leaky Cauldron, di mana ia bertemu Cornelius Fudge, Menteri Sihir. Fudge memberi tahu Harry bahwa Bibi Marge telah dikempiskan dan bahwa ia tidak akan dihukum. Kementerian Sihir hanya peduli tentang keselamatan Harry karena melarikan diri dari pembunuh-massa Sirius Black dari penjara sihir Azkaban. Black adalah teman baik dari keluarga dan wali Harry Potter, tapi mengkhianati keluarga kepada Lord Voldemort yang jahat. Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi, ketika ia mencoba untuk membunuh Harry, misterius menghilang. Setelah itu, Black membunuh teman mereka Peter Pettigrew bersama dengan 12 pengamat muggle.

Harry dan teman-temannya Ron Weasley dan Hermione Granger kembali ke Hogwarts Sekolah Sihir dan menemukan keamanan telah diperketat karena Black melarikan diri. Alasan sekarang dijaga oleh Dementor, gelap, makhluk jahat yang mengeringkan kebahagiaan orang terdekat dan penjaga penjara Azkaban. Mereka juga menyebabkan Harry pingsan. Remus Lupin, guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam memberitahu Harry dia lebih rentan terhadap dementor karena dia telah melihat kengerian yang tulus di masa lalunya. Lupin setuju untuk mengajari Harry Mantra Patronus, sebuah perisai melawan Dementor.

Harry tertekan untuk belajar ia tidak akan diizinkan untuk mengunjungi Hogsmeade, desa setempat kebanyakan siswa diperbolehkan untuk mengunjungi di akhir pekan. Ia juga marah dengan Draco Malfoy untuk menghancurkan pelajaran pertama Hagrid sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib. Malfoy sengaja membiarkan dirinya diserang oleh Buckbeak, Hippogriff kesayangan Hagrid, dan ayahnya memastikan bahwa Buckbeak yang dihukum akan dieksekusi pada akhir tahun sekolah. Sepanjang tahun, Hermione menggunakan Time-Turner untuk bepergian dalam waktu dan menghadiri kelas-kelas yang diadakan pada saat yang sama. Black berhasil masuk ke Hogwarts dua kali, tetapi tidak dapat mencapai Harry. Fred dan George Weasley menunjukkan jalan rahasia ke Hogsmeade dan memberinya Peta Perampok kepada Harry.

Selama satu kunjungan ke desa Hogsmeade, Harry hampir tertangkap saat Ron menemukan bahwa Scabbers, tikus Ron, telah menghilang. Ron yakin ia telah dimakan oleh Crookshanks, kucing Hermione, yang menyebabkan perselisihan antara dirinya dan Hermione. Hermione kemudian menemukan Scabbers di gubuk Hagrid ketika mereka bertiga mengunjunginya sebelum eksekusi Buckbeak. Dalam perjalanan mereka kembali dari pondok, tiba-tiba Ron diserang oleh anjing hitam besar dan diseret ke dalam lorong di bawah pohon ajaib, Dedalu Perkasa.

Harry dan Hermione mengikuti mereka dan menemukan dirinya dalam satu tahun, naik keatas gubuk dikenal sebagai Shrieking Shack. Mereka juga menemukan bahwa anjing merupakan animagus Sirius Black. Harry mencoba untuk menyerang Black ketika Lupin tiba. Hermione menghadapkan Lupin tentang kebiasaan dia telah diamati selama kelas dengan dia dan Lupin mengakui menjadi manusia serigala. Lupin menjelaskan bahwa dia, Black, Pettigrew, dan James Potter, ayah Harry, adalah teman baik dan menyebut diri mereka sebagai "Marauders". Untuk membuat transformasi Lupin lebih menyenangkan, teman-temannya semua menjadi Animagi, manusia yang bisa berubah menjadi binatang. Para Marauders tetap berteman setelah tumbuh dewasa, dan ketika mereka menentang Voldemort yang mengejar Potter, Black menjadi Penjaga Rahasia mereka. Namun, Black kemudian mengungkapkan bahwa dia diam-diam beralih tugas dengan Pettigrew untuk melayani sebagai umpan. Black menyadari Pettigrew adalah pengkhianat dan, daripada dibunuh oleh Black, Pettigrew menjadi Scabbers.

Lupin dan Sirius berupaya untuk mengungkapkan diri Pettigrew, dan Pettigrew mengubah dari Scabbers dan kembali ke bentuk manusia. Dia mengakui bahwa ia mengkhianati orangtua Harry, tetapi Harry menghentikan Black dan Lupin menyerangnya. Sebaliknya, Harry membujuk mereka untuk mengambil Pettigrew kembali ke kastil Hogwarts untuk membersihkan nama Sirius. Namun, ketika mereka dan mereka kembali ke kastil, bulan purnama muncul dan Lupin bertransformasi menjadi manusia serigala. Pettigrew lolos sementara para Dementor datang dan menyerang Harry dan Sirius. Mereka selamat di menit terakhir oleh Patronus yang Harry percaya itu dilakukan oleh ayahnya.

Harry terbangun di dalam kastil dan mengetahui bahwa Black telah ditangkap. Untuk menyelamatkannya, Harry dan Hermione menggunakan Time-Turner (Pembalik Waktu) untuk perjalanan kembali ke waktu lampau dan mencegah penangkapannya. Harry dan Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali melihat adegan malam, sampai mereka melihat Dementor menyerang Harry dan Sirius. Harry bertekad untuk melihat siapa yang mengirimkan Patronus, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah dirinya sendiri. Harry menyelamatkan Sirius dan melarikan diri dengan Buckbeak. Lupin, yang diketahui sebagai manusia serigala, mengundurkan diri. Harry khawatir bahwa Pettigrew dapat membantu Voldemort untuk kembali, tapi Dumbledore mengatakan mungkin Harry harus bersyukur bahwa ia telah membantu menyelamatkan nyawa Pettigrew.
[sunting] Pemeran

Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter
Rupert Grint sebagai Ronald Weasley
Emma Watson sebagai Hermione Granger
Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore
Gary Oldman sebagai Sirius Black
Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall
Alan Rickman sebagai Severus Snape
David Thewlis sebagai Remus Lupin
Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid
Emma Thompson sebagai Sybill Trelawney
Warwick Davis sebagai Filius Flitwick
David Bradley sebagai Argus Filch
Robert Hardy sebagai Cornelius Fudge
Tom Felton sebagai Draco Malfoy
Richard Griffiths sebagai Vernon Dursley
Fiona Shaw sebagai Petunia Dursley
Harry Melling sebagai Dudley Dursley
Pam Ferris sebagai Bibi Marge
Timothy Spall sebagai Peter Pettigrew
Julie Christie sebagai Madam Rosmerta
Mark Williams sebagai Arthur Weasley
Julie Walters sebagai Molly Weasley
Matthew Lewis sebagai Neville Longbottom
James Phelps sebagai Fred Weasley
Oliver Phelps sebagai George Weasley
Chris Rankin sebagai Percy Weasley
Bonnie Wright sebagai Ginny Weasley
Devon Murray sebagai Seamus Finnigan
Joshua Herdman sebagai Gregory Goyle
James Waylett sebagai Vincent Crabbe
Lee Ingleby sebagai Stan Shunpike
Dawn French sebagai Nyonya Gemuk
Geraldine Somerville sebagai Lily Potter
Adrian Rawlins sebagai James Potter
Peter Best sebagai Walden MacNair (si algojo)
Lenny Henry (suara) sebagai kepala mengkerut (di bus ksatria)

Lokasi syuting

Beberapa keperluan set dibangun di Glen Coe Skotlandia, dekat Clachaig Inn. Untuk set dalam ruangan, masih menggunakan Studio Film Leavesden seperti 2 film sebelumnya. Loch Shiel di dataran tinggi Skotlandia menjadi tempat syuting Danau Hogwarts. Jembatan kereta yang juga muncul dalam film Chamber of Secrets juga berada di Loch Shiel, dan digunakan untuk adegan ketika Dementor menyambangi kereta. Adegan Bus Ksatria difilmkan di Palmers Green, London Utara dan Borough Market, London.
Trivia

Salah seorang musisi, Ian Brown, muncul sebagai cameo sebagai penyihir di Leaky Cauldron membaca A Brief History Of Time.
Musik pengiring film ini digubah oleh John Williams dan dirilis dalam bentuk CD pada tanggal 25 Mei 2004.
Set Honeydukes dalam film ini adalah tempat yang sama yang digunakan untuk Flourish and Blotts dari film Harry Potter And The Chamber Of Secrets, yang juga digunakan sebagai tempat Ollivander dari film yang pertama.
Film ini mematahkan rekor di seluruh dunia ketika dirilis, termasuk film dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah film di Inggris, dan mendapatkan kurang lebih 35,1 juta dolar AS dalam 3 hari pemutarannya, 158 juta dolar AS di hari ke-10. Dan pada 28 September, film ini menghasilkan 785 juta dolar AS di seluruh dunia.
Di Belanda film ini diberi rating 9.
Office of Film and Literature Classification (Australia) memberi label M untuk ‘elemen horor’ (sama dengan klasifikas PG-13), tapi diturunkan menjadi PG karena “beberapa adegan fantasi cukup menyeramkan bagi anak-anak.”
David Thewlis yang memerankan Profesor Lupin sebenarnya adalah pilihan utama untuk memerankan Professor Quirrell di Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.
J.K Rowling mengatakan ia ‘merinding’ ketika menonton film ini, karena film ini memuat infromasi yang baru akan ditunjukkan di buku berikutnya. Komentar ini membuat berbagai spekulasi dari para penggemar tentang apakah hal yang ia maksud tersebut.
Dementor terinspirasi dari mimpi buruk yang dialami Rowling semasa remaja.
Tulisan Rune yang dipegang Sirius Black di poster berbunyi “PR”, jadi keseluruhan tulisan itu adalah “PR390” atau “Prisoner 390” (tahanan nomer 390).

Perbedaan film dengan buku

Latar belakang cerita tentang Moony, Wormtail, Padfoot dan Prongs tidak dijelaskan, biarpun beberapa kali disinggung dalam film. James Potter pun tidak disebutkan bahwa ia sebenarnya animagus.
Dalam film tidak dijelaskan mengapa Snape sangat membenci Sirius dan Lupin.
Dalam buku dijelaskan bahwa Sirius adalah “Penjaga Rahasia” Keluarga Potter sehingga ia adalah satu-satunya yang bisa memberitahu Voldervort tempat tinggal mereka. Hal ini yang menyebabkan orang-orang yakin bahwa ia bersalah. Di saat-saat terakhir, barulah terungkap bahwa ia memberikan tugas tersebut kepada Pettigrew dan hanya dia dan Keluarga Potter yang tahu tentang hal ini. Dalam film hanya disebutkan bahwa Black adalah salah satu orang yang tahu dimana Keluarga Potter tinggal.
Dalam film tidak dijelaskan bagaimana Sirius bisa kabur dari Azkaban dan bagaimana ia tahu dimana Pettigrew berada. Dalam buku dijelaskan bahwa ia melihat gambar Pettigrew (dalam bentuk tikus) di Daily Prophet.
Oliver Wood dan Cho Cang tidak ada dalam film.
Di buku, seeker Huffelpuff adalah Cedric Diggory. Di film tidak dijelaskan nama seeker Huffelpuff tersebut, dan aktor yang memerankannya pun bukan aktor yang berperan sebagai Cedric Diggory di film berikutnya.
Pertandingan Quidditch Antar-Asrama dihilangkan (padahal di seri inilah untuk pertama kalinya Harry memenangkan Piala Quidditch untuk Gryffindor). Hanya satu pertandingan Quidditch yang diperlihatkan. Dan bagian ketika Malfoy dan kroninya berpura-pura menjadi dementor juga dihilangkan.
Semua ramalan Professor Trelawney dihilangkan, kecuali tentang kematian Harry dan kembalinya Voldermort.
Di buku, Hermione mengalami sedikit ‘gangguan mental’ karena padatnya jadwal pelajaran dan sebagai akibat dari alat Pembalik-Waktu.
Di film tidak ditunjukkan bagaimana Hermione membeli Crookshanks. Harry pertama kali bertemu Ron dan Hermione tengah bertengkar di Leaky Cauldron dan Crookshanks sudah ada disana.
Sir Cadogan dipotong dari film, meski ia bisa dilihat di ‘adegan yang dibuang’ di versi DVD.
Episode ketika Sirius memasuki Gryffindor dihilangkan, meskipun kejadian yang terjadi selanjutnya ada dalam ‘adegan yang dibuang’ di DVD.
Buckbeak sebenarnya muncul beberapa kali dalam persidangan, tapi di film ini hanya dikisahkan satu kali. Dan juga tidak dijelaskan bagaimana Hermione membantu Hagrid untuk mempersiapkan sidang.
Kelas Transfigurasi McGonagall dan kelas Ramuan Snape tidak muncul dalam film ini. Yang ditampilkan hanyalah kelas yang diajar para guru baru : Ramalan dengan Professor Trelawney, Pemeliharaan Satwa Gaib dengan Hagrid dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dengan Professor Lupin.
Cermin Harry di Leaky Cauldron tidak bisa “berbicara”
Di buku, Kecupan Dementor digambarkan dementor tersebut menyentuh mulut korbannya, di film, Kecupan Dementor digambarkan menyedot jiwa si korban tanpa adanya kontak fisik.
Di buku, Patronus Harry (yang berbentuk rusa) berlari menyeberangi danau untuk menghalau para Dementor, sementara di film, Patronus tersebut mengeluarkan kekuatan yang dapat mengusir para dementor tersebut. Dan juga, Harry (yang kembali dengan Pembalik-Waktu) tidak menepuk-nepuk Patronusnya.
Di film, kehadiran Dementor ditunjukkan dengan kebekuan yang tiba-tiba; di buku hanya digambarkan bahwa dementor datang disertai hawa dingin.
Harry tertangkap oleh Snape ketika ia mencoba menemukan Peter Pettigrew. Di buku ini baru terjadi setelah kunjungan kedua ke Hogsmeade.
Di buku, Harry tertangkap oleh Malfoy ketika mengenakan Jubah Gaib.
Di buku, poci susu di Pondok Hagrid pecah karena dijatuhkan, sementara di film, poci itu pecah karena batu yang dilempar Hermione-dari-Pembalik-Waktu.
Harry dan Lupin mengehatui bahwa Peter Pettigrew masih hidup ketika Harry melihat namanya tertera dalam Peta Perampok, bukannya ketika di Shrieking Shack.
”Moony” tertulis sebagai “Mooney” yang mengacu pada Karl Mooney salah satu supervisor efek visual film ini. Tetapi di subtitle DVD tetap dieja sebagai “Moony” seperti dalam buku.
Suasana romantik antara Ron dan Hermione lebih ditekankan dibanding dengan di buku. J.K Rowling menyetujui penekanan terhadap hubungan Ron dan Hermione ini. Salah satu contohnya adalah ketika mereka mendengar jatuhnya kapak, setelah meninggalkan Hagrid, Hermione tiba-tiba menangis dan memeluk Ron.
Dalam pelajaran Pemeliharaan Satwa Gaib, di buku ada sekawanan hippogriff, tapi di film hanya ada satu : Buckbeak.
Di kelas Pertahanan terhadap Ilmu Hitam, Boggart yang ditampilkan berbeda dengan di buku. Misalnya, Ron yang menghadapi bogart berbentuk laba-laba, di film ia membuat laba-labanya memakai sepatu roda, sementara di buku, kaki laba-laba tersebut terpotong. Boggart Parvati adalah ular dalam film, sementara di buku boggartnya adalah mumi. Di buku, Lupin menghadapi boggart sebelum Harry menghadapi boggart itu. Dan dalam film, tampak jelas bahwa boggart Lupin berbentuk bulan purnama. Padahal di buku hanya digambarkan sebagai bola berwarna keperakan, yang menimbulkan pertanyaan para muridnya, mengapa Lupin takut pada bola kristal.
Snape (yang hendak memberikan ramuannya untuk Lupin) menemukan Lupin tengah menuju Dedalu Perksa. Snape menggunakan Jubah Gaib untuk mengikuti Lupin, tapi di film Snape tidak tampak memakai Jubah Gaib.
Di pertandingan Quidditch dimana Harry jatuh dari sapu, ia melihat awan berbentuk anjing; di buku, ia melihat Sirius (dalam bentuk anjing) di tengah penonton.
Di Shrieking Shack, hanya Harry yang menyerang dan melumpuhkan Snape, bukannya bersama-sama dengan Ron dan Hermione. Hal ini tentu aneh karena mendemonstrasikan efek yang berbeda dari mantra Expelliarmus (yang seharusnya cuma melucuti senjata lawan). Selain itu, Snape adalah Legillimens yang hebat (meski kita baru tahu hal itu di seri ke-5), semestinya ia bisa mematahkan serangan yang hanya dilakukan Harry seorang diri. Di buku, karena ada mantra dari Harry, Ron dan Hermione-lah Snape pingsan.
Kalimat Ron di buku “Jika kau ingin membunuh Harry, kau harus membunuh kami juga” diucapkan oleh Hermione dalam film.
Di film, ketika Lupin mengajari Harry tentang Mantra Patronus, kenangan bahagia yang membuat Harry berhasil adalah ‘hanya berbicara’ dengan orang tuanya; di buku kenangan itu adalah ketika Hagrid mengatakan bahwa ia akan meninggalkan keluarga Dursley dan pergi ke Hogwarts.
Di buku, Harry menghabiskan waktu 2 minggu di London dan membeli semua bukunya sendiri, kecuali buku “Monster Tentang Monster” yang didapatnya sebagai hadiah ulang tahun dari Hagrid. Di film, Cornelius Fudge telah menyediakan semua keperluan bukunya pada malam ketika ia lari dari kediaman keluarga Dursley.
Di buku, Arthur Weasley tidak menceritakan tentang Sirius Black kepada Harry. Harry mendengarnya secara tidak sengaja.
Di buku, ketika Harry tertangkap oleh Snape dengan membawa Peta Perampok, Lupin dipanggil dengan menggunakan perapian (jaringan bubuk floo).
Adegan di Three Broomstick ketika Harry tahu bahwa Sirius adalah walinya, digambarkan secara berbeda. Di buku, Harry, Ron dan Hermione ada di dalam Three Broomstick dan mendengar pembicaraan tersebut. Dan kemudian Ron dan Hermione hanya menatap Harry, kehilangan kata-kata. Di film, Harry menggunakan Jubah Gaib-nya, sementara Ron dan Hermione ada di luar, dan pembicaraan tersebut berlangsung di ruangan pribadai di dalam Three Broomstick.
Di film, Harry melempar bola salju ke arah Malfoy ketika mereka ada di dekat Shrieking Shack, di buku, adegan ini terjadi di musim semi, Hermione tidak bersama mereka, dan yang dilempar Harry adalah lumpur.
Di film, ketika Lupin bertransformasi menjadi manusia serigala, Snape mengambil posisi melindungi Harry, Ron dan Hermione, menempatkan dirinya sendiri dalam bahaya, yang sebenarnya tidak logis mengingat kebencian Snape terhadap mereka.
Film ini menggambarkan werewolf versi Amerika (berdiri dengan 2 kaki, besar), sementara di buku, Lupin hanyalah seperti serigala biasa (manusia serigala dan serigala nyaris identik).
Di buku, ketika Sirius tertangkap di akhir cerita, ia dikunci dalam kantor Professor Flitwick, sementara di film, Sirius dikunci di menara.
Di akhir buku, Ron menerima Pig, burung hantunya, dari Sirius. Ia tidak menerima Pig di akhir film, dan Pig juga tidak muncul di film ke-4.
Di buku, Harry menerima Firebolt di hari Natal, dimana Hermione mengira sapu tersebut sudah dijampi-jampi dan mengadukannya ke McGonagall. Akibatnya Harry tidak bisa langsung memakai sapunya, dan ia serta Ron sangat marah pada Hermione, menyebabkan mereka tidak saling berbicara untuk beberapa waktu. Barulah mendekati akhir Sirius dalam suratnya mengatakan bahwa ia yang mengirim Firebolt pada waktu itu. Di film, Firebolt hanya tampil di bagian akhir, dikirim bersama dengan bulu Buckbeak yang memberi petunjuk kepada Harry siapa pengirimnya.
Di buku, Hermioni menampar Malfoy, di film Hermione meninju Malfoy.
Di buku, Tuan-tuan Moony, Wormtail, Padfoot dan Prongs dalam Peta Perampok memiliki jawaban berbeda-beda terhadap Snape ketika ia berusaha menyelidiki peta tersebut. Di film, jawaban mereka kolektif, hanya satu.
Di buku, Hermione dan Harry tidak membawa Ron melintasi waktu karena ia tidak sadar akibat serangan Pettigrew, tapi di film, mereka tidak membawanya karena kakinya patah, ia sepenuhnya sadar.
Di buku, Hermione hanya memutar Pembalik-Waktu sebanya tiga kali. Di film, Pembalik-Waktu itu berputar entah berapa kali, meski Dumbledore mengatakan pada Hermione bahwa tiga putaran cukup.

Perbedaan dengan dua film sebelumnya

Tidak dipungkiri bahwa banyak sekali perbedaan antara film yang disutradari Cuarón dengan Columbus. Bila Columbus lebih menekankan pada sisi petualangan fantasinya, Cuarón lebih menekankan pada perubahan emosi karakternya (seiring dengan semakin dewasanya usia mereka) dibanding narasi ceritanya. Akibatnya, bagi penonton yang belum membaca bukunya, kemungkinan akan bingung di beberapa bagian film. Beberapa perubahan terjadi pada setting, tapi justru semakin mendekati dengan apa yang digambarkan dalam buku, antara lain:

Di 2 film awal, Pondok Hagrid tidak terlalu jauh dari kastil, tapi di film ketiga ini, Pondok Hagrid sangat jauh letaknya dari kastil, harus melewati lorong, melintasi taman berkincir air, melewati bukit, dan terakhir menuruni bukit yang jaraknya sangat jauh dan terjal.
DI 2 film awal, tidak ada pegunungan di sekeliling Hogwarts, tapi di film ketiga Hogwarts terletak di dekat pegunungan, yang sebenarnya lebih sesuai dengan deskripsi di buku.
Di 2 film awal, lukisan Nyonya Gemuk berada di ujung lorong, tapi di film ketiga dipindah ke sebuah tempat dekat dengan tangga yang bisa berpindah.
Pondok Hagrid juga lebih besar dibanding 2 film sebelumnya, tetapi hal ini juga sesuai dengan deskripsi di buku.
Di film kedua, Dedalu Perkasa terletak persis di sebelah kastil, sementara di film ketiga pohon ini terletak jauh dari kastil dan berada di puncak bukit.
Rumah sakit berpindah tempatnya, dari yang semula berada di puncak menara jam, di film ketiga kita bisa melihat jam tersebut dari pintu rumah sakit. Di 2 film sebelumnya, kita hanya melihat dinding di balik pintu tersebut.
Tongkat Harry, Ron dan Hermione berubah sama sekali. Ron memang membeli tongkat baru setelah tongkatnya rusak setahun sebelumnya. Tongkat Harry yang baru lebih kasar, dan milik Hermione yang semula hanya tongkat kecil sederhana dengan warna gelap di bagian pegangannya, di film ini tongkatnya panjang, coklat dan dihiasi dengan motif yang rumit.
Ada jembatan kayu yang tidak pernah kelihatan di 2 film sebelumnya, yang tiba-tiba muncul di film ketiga.
Nyonya Gemuk diperankan oleh aktris yang berbeda dari 2 film sebelumnya dan kelihatan lebih ‘hidup’.

Sumber : WikiPedia